ww.smkn1saptosari.sch.id (GUNUNGKIDUL). SMKN 1 Saptosari melaksanakan kegiatan kerohanian bagi siswa pada 25–26 Februari 2026 sebagai upaya penguatan karakter dan spiritualitas peserta didik. Kegiatan ini diikuti siswa kelas X dan XI, dengan pembagian program sesuai keyakinan masing-masing.
Bagi siswa Muslim, kegiatan diwujudkan dalam bentuk pesantren kilat yang berlangsung di Aula Sasana Amarta dan Masjid Saad bin Abi Waqqash, dengan pendampingan Bapak dan Ibu guru. Sementara itu, siswa Kristiani yang tergabung dalam Rohkris SKATUSA mengikuti retret rohani yang dilaksanakan di ruang Audio Perpustakaan Udyana Pustaka Tama.
Kegiatan ini merupakan langkah strategis sekolah dalam mengembangkan aspek kerohanian siswa. Hal tersebut selaras dengan implementasi tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat, salah satunya beribadah, serta penguatan delapan dimensi profil lulusan, khususnya dimensi Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Pesantren kilat menjadi momentum penting bagi siswa Muslim dalam mempersiapkan diri secara rohani menyambut Hari Raya Idul Fitri. Di sisi lain, retret Rohkris SKATUSA juga dilaksanakan sebagai persiapan batin menyongsong Hari Raya Paskah.
Retret siswa Kristiani mengangkat tema besar semangat pertobatan. Kegiatan ini dibagi menjadi tiga sesi yang dilaksanakan selama dua hari, yakni 25 Februari 2026 untuk siswa kelas X dan 26 Februari 2026 untuk siswa kelas XI, dengan jumlah peserta sebanyak tujuh siswa.

Sesi pertama bertajuk “Kembali kepada Bapa” yang mengacu pada Injil Lukas 15:11–32 tentang Perumpamaan Anak yang Hilang. Sesi ini dipandu oleh Bapak Dionysius Hananda Wahyu Kristianto, S.Pd. Melalui refleksi tersebut, siswa diajak menyadari besarnya kasih dan pengampunan Tuhan bagi setiap pribadi yang mau bertobat.

Sesi kedua bertema “Pertobatan Ekologis, Upaya Merawat Keutuhan Ciptaan” yang merujuk pada Kitab Kejadian 2:15–17 dan 3:1–7. Materi dipandu oleh Ibu Endang Sri Kristyawati, S.Th. Dalam sesi ini, siswa diajak memahami bahwa keberadaan manusia tidak terlepas dari ciptaan Tuhan yang lain, khususnya lingkungan alam.

Kesadaran ekologis diwujudkan melalui ajakan menerapkan langkah sederhana seperti reduce, reuse, recycle, replace barang tidak ramah lingkungan dengan alternatif yang lebih ramah lingkungan, serta replant atau penghijauan. Upaya tersebut diharapkan dapat membantu menjaga bumi sebagai tempat hidup bersama.
Sesi ketiga berupa Ibadah Jalan Salib yang dilaksanakan di Taman Doa Bintang Samudra, kompleks Kapel Santo Yohanes Rasul, Girisekar, Panggang. Dalam ibadah tersebut, siswa diajak mengenangkan jalan salib Yesus Kristus sebagai wujud bela rasa dan pertobatan, sekaligus membangun kepedulian terhadap penderitaan sesama.

Selama dua hari pelaksanaan, para siswa mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan antusias dan penuh kebersamaan. Setiap sesi menjadi ruang refleksi untuk memperdalam iman sekaligus memperkuat karakter.
Melalui kegiatan ini, komunitas Kristiani Rohkris Skatusa diharapkan semakin mampu membangun relasi yang bermakna dengan sesama serta menjadi saksi kasih Tuhan di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Semangat kasih, pengampunan, serta kepedulian terhadap sesama dan alam diharapkan terus tumbuh demi terciptanya kehidupan yang harmonis dan terjaganya keutuhan ciptaan (Dn).
Kontributor : Dionysius Hananda W.K., S.Pd.
Editor : Tim Publikasi SMKN 1 Saptosari
0 Komentar
Untuk mengirimkan komentar silakan login terlebih dahulu!